**
Melaju dingin menembus angin
Di bawah terik matahari siang
Nafasku memburu dalam ketergesaan
Mengejar senja yang mulai membayang
Kerikil terjal menoreh darah
Dalam tapak-tapak kebingungan
Perih dalam baluran peluh yang menetes
Semakin cepat aku berlari, semakin dalam luka yang tergores
Detikku tak lagi banyak tersisa
Pilihanku tiga
Tinggal jika penakut
Atau, maju sebagai pemenang
Jangan hiraukan darah yang tercecer karena dalamnya luka
Karena waktu yang akan bertindak sebagai pengobat lara
Usaikan keraguan
Fokuskan diri dengan tujuan
Luruhkan amarah dan kecewa bersama lelehan peluh lelah
Tuntaskan janji,
Dan tetapkan hati..
Berkilometer, sebelum ruh terlepas dari ragawi
Teruslah berlari..
-aesaazzam-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar