Jumat, 14 Oktober 2011

Jika Jatuh Cinta..

-->
Tangan saya tergelitik untuk menulis coretan ini, ketika pada waktu itu banyak dari teman-teman saya yang sedang dilanda sang cinta..
Kebetulan pula, saat itu saya diminta oleh seorang adik, untuk berbagi ilmu dalam sebuah majelis.. dan, jadilah artikel ini. Sebuah artikel yang saya hadiahkan untuk saudara-saudara yang sedang terjangkit virus cinta.. semoga lekas sembuh, hehehe :D


Sebelum terlalu jauh berbicara tentang cinta, ijinkan saya mengulas sedikit makna cinta menurut terminologinya..
Apa itu Cinta?
Secara terminologi terdapat 3 definisi cinta:
- Lafadz cinta berasal dari bahasa arab yang berarti Al-hubb --> Al-qurt (anting-anting)
Selalu bergetar-getar. Jika seseorang sedang jatuh cinta, maka hatinya akan bergetar-getar ketika bertemu dengan orang yang ia cintai.
- Al-hubb --> Al-hubbab (gelembung air)
Selalu bergejolak. Seperti halnya gelembung air, orang yang sedang dilanda cinta juga akan selalu bergejolak semangatnya. Kapanpun, dimanapun, ia akan selalu bersemangat ketika bertemu dengan orang yang dicintainya.
- Al-hubb --> Al-hubriyah (gayung/ tong besar)
Tak dapat diisi jika telah penuh. Seperti hal nya gayung/tong besar yang telah terisi penuh oleh air, orang yang sedang jatuh cinta pun hatinya akan selalu dengan kebahagian, senyum adalah kamus harian wajib yang selalu ia pamerkan. Di hatinya, tidak ada tempat untuk orang lain kecuali untuk orang yang dicintainya.
Cinta --> LUAS
- Cinta Ibu kepada Anak
- Cinta Ayah kepada Anak
- Cinta seorang muslim terhadap saudara semuslimnya, dan .....
- Cinta kepada lawan jenis.
Jika kita ‘keruntuhan’ duriannya cinta ...
Motif dibalik si ‘Merah Jambu’
Suatu perasaan yang disusul dengan kehendak dan kecenderungan. Hal ini berkaitan dengan diri orang yang mencinta. Tapi bisa juga diartikan sebagai sebab yang melatarbelakangi tumbuhnya cinta dan menjadi gantungannya. Hal ini dikaitkan dengan orang yang dicintai.
(Ibn Qayyim Al-Jauziyah)
...... Motif dan pendorong cinta merupakan suatu paduan, yang berkaitan dg orang yg dicintai, yaitu sifat-sifat yang mendorong untuk mencintainya; juga berkaitan dengan orang yg mencintai, yaitu adanya rasa ketertarikan dan keserasian yang memadukan antara orang yang dicintai dan mencintai.
Jika motif+pendorong = respon ..
Maka, menguatlah cinta ..
Cinta dikatakan sebuah anugerah,
Eits .. Tapi cinta yang gimana dulu? bener nggag tuh cintanya? -.-a
Cinta dikatakan sebuah anugerah yang bisa memuliakan kedudukan kita di sisi Allah SWT, jika ia tunduk pada aturan-aturan yang telah ditetapkan olehNya. Namun, jika yang terjadi adalah kita terbuai oleh cinta dan menggunakan hawa nafsu sebagai standar untuk menilai baik dan buruk, maka cinta justru dapat menjadi boomerang yang akan menghinakan kita.
Dalam hal ini, seorang penyair arab berkata:
“Aku tak tahu apakah pesonanya yang terlalu memikat atau mungkin akalku yang tak lagi di tempat.”
Mengendalikan si “Merah Jambu”
Cinta merupakan perwujudan dari naluri mempertahankan jenis (Ghazirah an-Nau). Naluri, berbeda kaitannya dengan kebutuhan jasmani dalam hal pemenuhannya. Pemenuhannya untuk kebutuhan juasmani adalah mutlak (mis: makan jika lapar, minum jika haus, de-es-te). Lain dengan naluri, pemenuhannya tidak mutlak.
Begitupula dg asal pengaruh rangsangannya yg juga berbeda. Jika kebutuhan jasmani datang dari dalam tubuh, sedangkan naluri dari luar. Jadi, naluri cinta tidak akan tumbuh jika kita tdk menabur benih, menyiram, atau memupuknya.
Belajar dan Berpuasa secara rutin juga bisa membantu mengendalikan si nakal merah jambu ini lhoo... :D
Ketika cinta HARUS ditempatkan,
Mencintai dan cintai adalah fitrah manusia. Dan urusan cinta ini tidak hanya terfokus pada hubungan antar lawan jenis saja. Sebab, pengaplikasian cinta bisa bermacam-macam; salah satunya adalah mencintai sesama.
“Sayangilah mereka yang ada di bumi, niscaya kamu akan dilimpahi kasih sayang oleh mereka yang ada di langit.” begitu Nabi Muhammad berwasiat.
Mari kita luangkan waktu untu memberikan kecintaan, pertolongan, atau sekedar empati dan doa kepada sesama. Hal itu akan menjadi jembatan untuk memetik kecintaan Allah SWT.
..... Mencintai Allah dan RasulNya juga termasuk aplikasi dari cinta lhooo.
Imam Ali ra. melukiskan kecintaan kepada Allah itu dengan indah.
“Cinta kepada Allah itu bak cahaya, apapun yang dikenainya akan bersinar. Cinta kepada Allah menghidupkan segalanya. Cinta kepada Allah itu bak bumi, dari situ Allah menumbuhkan semuanya. Yang mencintai Allah, dia memperoleh kekuasaan dan kekayaan.”
“Katakanlah jika kamu benar mencintai Allah, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah taatilah Allah dan RasulNya, jika kamu berpaling sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang kafir.”
(TQS. Ali Imran: 31-32)
--Waallahu a’lam bi showab --
---------------------------
19 Juni 2010
Aesa-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar