Malam menjelang menghadirkan ribuan cahaya bintang
Ketika harapan terbingkai dalam setiap tarikan nafas untuk sebuah senyum yang terkembang
Bingkisan cinta ini tercekat di tenggorokan
Kata-kata indah mengambang tak tersampaikan
Hanya sebuah simpul senyuman yang melukiskan kelebatan kehangatan dalam ingatan,
Dari sebuah kasih sayang yang tak mungkin terbalaskan
Meski ditebus lewat panjangnya pengabdian
Kugoreskan pena penuh keharuan dalam tiap butir yang turut leleh
Untuk mata bening Mama yang selalu meneduhkan hati kala gundah
Untuk setiap tetes peluh Ayah yang selalu mampu membakar semangat kala raga mulai lelah
Dan untuk setiap pengorbanan yang selalu mampu melecut kekuatan saat jiwa beranjak lemah dan goyah
Kubisikkan senandung lirih dari ananda
Yang terekam disetiap bait-bait doa penuh kerinduan
Dalam sebuah diorama dilema
Yang membasahkan kelopak mata
Kusungkurkan tubuhku di atas sajadah yang terbentang,
Meleburkan segala usaha dan doa dalam titik kulminatif bernama pasrah
Semoga fana tak membuat jiwa lengah,
Dan lupa bahwa kaki harus tetap menjejak tanah
-aesaazzam-
#Rindu kuu untuk mama dan ayah.. :)
semoga, galau tak berlama-lama hadir menyusup dalam relung jiwa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar