Di
sebuah pelataran, di antara hamparan senja, yang
merayap,
menepi
Perlahan
gelap menggulung langit malam yang tampak sepi
Semua
bintang telah tercuri
wirid
lemah bertanya:
“siapa
pencuri? mengoyak semestaku dengan berani.”
di
antara mendung yang mengepung bulan yang berpendar pudar
terdengar
bisikan dari angin yang lalu:
“aku
adalah cinta yang bersembunyi di balik rasa malu, diam-diam
kukoyak
semestamu dari jauh,”
Lalu
daun yang menari-nari begitu liarnya mengumandangkan nyanyian jawab:
“aku
adalah kisah lalu dan masa depan,
yang
akan menua bersamamu,”
-aesaazzam-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar