Sabtu, 02 Maret 2013

Gerimis Bercerita



Mendung menyapa mega
Membuat senja terselimuti gumpalan awan
Tanda, bahwa gerimis segera menyapa

Tik.. tik.. tik..
Benar. Ia mulai turun dalam rintik
Jatuh menyentuh tanah
Menebar aroma khas hujan di bulan pertama

Aroma gerimis ini bercerita kerinduan
Tentang rahasia dalam ingatan

*

Mataku basah oleh embun
Namun,
Tanganku terus bergerak
Menuliskan rasa di bawah naungan tinta
Membingkai cerita dalam setiap detik yang berdetak
Mencipta makna dalam setiap fenomena

Ketika..

Hatiku terpeleset, jatuh dalam cinta
Sederhana, tanpa alasan dan pinta
Sebab sesuatu yang sungguh
Tumbuh karena butuh

Bagai bunga,
Cintaku mekar dengan indah,
Dalam warna kekaguman yang nyata
Sayang, tak lama..
Ia layu karena kecewa

Cinta,
Sederhana dan rahasiaNya

Kedua kalinya
Pada sosok yang tak berbeda



Ia tumbuh tanpa diminta
Entah karena apa,
Sungguh ia begitu rumit dalam kesederhanaannya

Kucoba lari,
Tenggelamkan diri agar lupa
Sayang, sia-sia..
Hatiku sempurna terantai

Kedua kalinya
Pada sosok yang tak berbeda

Tik.. tik.. tik..
Gerimis bercerita, di bawah naungan tinta
Meski akhir masih menjadi rahasia
Hingga ketetapanNya berbicara

Sebelum gerimis benar-benar reda,
Kutitip pesan padaNya, Sang Pemilik Cinta

Segala rasa berawal dariMu, Rabb
Maka, hanya kepadaMu ia aku kembalikan

Jika dia bukan milikku
Ijinkan gerimis menghapus ceritanya
Jika berbeda,
Ijinkan gerimis menceritakannya
Dalam rintik rahasia antara Engkau dan aku..

-aesaazzam-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar