Membuat
senja terselimuti gumpalan awan
Tanda,
bahwa gerimis segera menyapa
Tik..
tik.. tik..
Benar.
Ia mulai turun dalam rintik
Jatuh
menyentuh tanah
Menebar
aroma khas hujan di bulan pertama
Aroma
gerimis ini bercerita kerinduan
Tentang
rahasia dalam ingatan
*
Mataku
basah oleh embun
Namun,
Tanganku
terus bergerak
Menuliskan
rasa di bawah naungan tinta
Membingkai
cerita dalam setiap detik yang berdetak
Mencipta
makna dalam setiap fenomena
Ketika..
Hatiku
terpeleset, jatuh dalam cinta
Sederhana,
tanpa alasan dan pinta
Sebab
sesuatu yang sungguh
Tumbuh
karena butuh
Bagai
bunga,
Cintaku
mekar dengan indah,
Dalam
warna kekaguman yang nyata
Sayang,
tak lama..
Ia
layu karena kecewa
Cinta,
Sederhana
dan rahasiaNya
Kedua kalinya
Pada sosok yang tak berbeda
Ia
tumbuh tanpa diminta
Entah
karena apa,
Sungguh
ia begitu rumit dalam kesederhanaannya
Kucoba
lari,
Tenggelamkan
diri agar lupa
Sayang,
sia-sia..
Hatiku
sempurna terantai
Kedua kalinya
Pada sosok yang tak berbeda
Tik..
tik.. tik..
Gerimis
bercerita, di bawah naungan tinta
Meski
akhir masih menjadi rahasia
Hingga
ketetapanNya berbicara
Sebelum
gerimis benar-benar reda,
Kutitip
pesan padaNya, Sang Pemilik Cinta
Segala
rasa berawal dariMu, Rabb
Maka,
hanya kepadaMu ia aku kembalikan
Jika
dia bukan milikku
Ijinkan
gerimis menghapus ceritanya
Jika
berbeda,
Ijinkan
gerimis menceritakannya
Dalam
rintik rahasia antara Engkau dan aku..
-aesaazzam-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar