Sabtu, 17 Desember 2011

Jalan Pulang

Puisi ini, sungguh berbeda dari style menulis saya..
mencoba 'gaya' yang lain, serta tema yang lain,
tergugah dengan fenomena pacaran dimana-mana.. andai kalian bersabar, tentulah hadiah Allah akan jauh lebih besar, InsyaAllah
---------------------------------------------

***

Aku berjalan dengan langkah pasti

Meski tak tahu kemana kaki membawa

Buta arah

Tak tahu timur, barat, selatan ataupun utara

Hanya ikuti kata hati


Jejak tapak kakiku menari

Bersama tanah yang mengering

Kerana tersiram sinaran mentari


Pasir-pasir berbisik

Menceritakan apa yang kucari

Seolah-olah mereka mengerti

Apa yang tersembunyi


Benar saja,

Ternyata hati telah bercerita

Kunci rahasia

Yang turut bersama pulang


Ketika diri mengakrabi cinta

Sungguh, bukan cinta sementara yang kudamba

Bukan yang terpaut pada kekaguman fisik semata

Bukan


Yang kucari, pulang

Pulang

Yang menuntunku menggapai mutiara-Nya

Yang melengkapkan dien ku,

Yang mengubah sabitku menjadi purnama yang utuh


Kuijinkan takdirNya menuntun hati

Kelak,

Jika bukan ia, mungkin aku yang akan menemukannya

Dalam tumpukan sifat seorang imam


Yang kuperlukan hanyalah sabar

Menantikan kejutanNya

Sebab Allah selalu punya cara


Kinipun,

Jalan Pulang ku telah ada,

Meskipun belum kutahu ia,


Yang kutahu,

Ia masih tersembunyi dibalik sebuah wajah dan nama


-aesaazzam-

2 komentar:

  1. dia masih tersembunyi, entah dimana
    namun pastilah, ada satu nama

    :dan semua akan indah pada saatnya

    ^_^

    BalasHapus