Kamis, 01 Desember 2011

Lazuardi Terindah

Lazuardi terindah
Gulungan jingga mewarna angkasa
Hangat dalam dinginnya hembus angin
Aku terpaku, kekaguman nyata insani

Tiap detak terasa menyentak
Halus seirama nadi yang berdenyut
Panorama
Ingatan
Membaur. Melebur

Lazuardi terindah
Di sebuah senja
Berkalang seulas senyum rela
Lalu
Lewat

Lazuardi terindah
Bulir itu jatuh
Tapi dulu
Sekarang?
Tak ada. Hanya senang

Kelegaan menyesap
Tenang

Awan tak selamanya berkabut
Lazuardi ini, indah
Mengingatkan sosok yang pernah
Meski tak sempat memilih

Lazuardi terindah
Di sebuah senja
Berkalang seulas senyum rela
Di sebuah kota penuh sejarah
Dengan cerita-cerita rahasia

-aesaazzam-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar