Lazuardi terindah
Gulungan jingga mewarna angkasa
Hangat dalam dinginnya hembus angin
Aku terpaku, kekaguman nyata insani
Tiap detak terasa menyentak
Halus seirama nadi yang berdenyut
Panorama
Ingatan
Membaur. Melebur
Lazuardi terindah
Di sebuah senja
Berkalang seulas senyum rela
Lalu
Lewat
Lazuardi terindah
Bulir itu jatuh
Tapi dulu
Sekarang?
Tak ada. Hanya senang
Kelegaan menyesap
Tenang
Awan tak selamanya berkabut
Lazuardi ini, indah
Mengingatkan sosok yang pernah
Meski tak sempat memilih
Lazuardi terindah
Di sebuah senja
Berkalang seulas senyum rela
Di sebuah kota penuh sejarah
Dengan cerita-cerita rahasia
-aesaazzam-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar