Sebuah catatan untuk sebuah perubahan.. perlahan tapi pasti mempersiapkan sebuah akhir kehidupan dalam kondisi terbaik, InsyaAllah.. :)
Jumat, 27 Juli 2012
Pada Secangkir Teh
Jumat, 01 Juni 2012
Sungai dan Lautan
Oasis
Rabu, 23 Mei 2012
Rindu di atas Pahatan Batu
Menjamah aroma nafas yang gersang
Menghembuskan keteduhan ditengah kerontang
Cakrawala benyanyi
Maka, ketika ingin ku belah sepi
Agar tak lagi kusebut namamu secara sembunyi-sembunyi
Dan, kepada cakrawala-lah kubiarkan hatiku bermalam
Sabtu, 12 Mei 2012
Jika Tergolong Yang Sedikit :)
“Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah.” (Qs:al An’aam:116)
Salahkah aku jika tidak mengikuti kebanyakan orang
Dimana kebanyakan mereka mendaki gunung emas
Tak terlihat baginya puncak bertepi
Sehingga ia lupa harus kembali menapaki kerendahan
“..akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur” (Qs Al Baqoroh:243)
Salahkah jika aku tidak mengikuti kebanyakan orang
dimana mereka berpakaian titel dan pangkat
sebagai hasil pembelajaran di lembaga ikhtilath
sehingga ia lupa bahwa titel terakhirnya alm.
“…akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs.Al A’raf:187)
Salahkah aku jika tidak mengikuti kebanyakan orang
dimana mereka berkulit intan permata
bermahkota lembaran sutra polesan
menepis malu dengan alasan masa muda
sehingga ia lupa dengan kehormatannya
“.. dan sesungguhnya kebanyakan manusia itu lengah terhadap tanda tanda kekuasan Kami” (Qs.Yunus:92)
Salahkah jika aku tidak mengikuti kebanyakan orang
dimana ukuran kebenaran dimata mereka
Adalah mayoritas manusia
berpangkal adat nenek moyang
berujung peremehan sunnah Nabi
“ dan sesungguhnya Kami telah mengulang ulang kepada manusia didalam Al-Quran ini setiap macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukai selain mengingkari”. (Qs.Al Isra’:89)
Salahkah jika aku tidak mengikuti kebanyakan orang
dimana ukuran kesuksesan dimata mereka
Adalah penguasaan teknologi mutakhir
tersibukkan dengan tuntutan zaman
terlupakan dengan tuntutan akhir zaman
“ Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar benar ingkar akan pertemuan dengan Rabb-nya.” (Qs.Ar Ruum:8)
Salahkah jika aku tidak mengikuti kebanyakan orang
“ ..akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. (Qs.Hud:17)
"..Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.." (QS.Yunus:36)
“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” ( Al-An’am [6]: 116)
“..dan sesungguhnya kebanyakan manusia itu benar benar fasiq” (Qs.Al Maa’idah:49)
Salahkah jika aku mengikuti golongan yang sedikit
Salahkah jika aku mencintai golongan yang sedikit
Dan salahkah aku jika berharap menjadi golongan yang sedikit?
“ Sedikit sekali dari hamba-Ku yang bersyukur.” (Qs.Saba’:13)
“ ..Sedikit sekali kalian beriman kepadanya. (Qs.Al Haaqqah:41)
“..Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran” (Qs.Al A’raf:3)
“…Dan tidak beriman kepada Nuh itu kecuali sedikit saja.” (Huud [11]: 40)
“…Tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” (Al-Kahfi [18]: 22)
“…Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan amat sedikitlah mereka ini.” (Shaad [38]: 24)
“Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah “(Qs:al An’aam:116)
“Katakanlah: ‘tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.” (Al-Maidah [5]: 100)
Lilin Hati
Sabtu, 10 Maret 2012
Ialah "Gigih"
Setelah lolos seleksi ke tiga, puisi ini berhenti melaju..
Dan sempat memupuskan harapan yang awalnya membumbung,
Hmm, tapi saya rasa.. puisi ini bagus untuk evaluasi, jika kita masih sering mengeluh tentang beratnya hidup..
Selamat Membaca..
-------------------------------------------------
Siang dan malam tak ada beda
Mentari dan rembulan terlihat sama
Bukan karena ia mati rasa
Tapi karena ia, buta..
Ia tak mengenal ragam warna
Karena dalam dunianya
Hanya satu tersisa
Hitam,
Pun demikian,
Ia tak pernah menuntut pada Tuhan
Ia, lelaki dengan hati yang lapang
Berjalan tegar menyusur hari-hari panjang
Ia tak mengenal keluh
Baginya, hari takkan usai jika hanya keluh tanpa cucuran peluh
Gelap yang menerangi harinya, tak membuatnya luntur dalam teguh
Meski kedua matanya buta, nuraninya utuh..
Ia malu, jika harus berpasrah dengan ikhtiar yang lemah
Sedang mengharap pemberianNya yang melimpah,
Baginya, hidup tak sama dengan mie instan
Yang untuk memperolehnya tak perlu banyak perjuangan
Baginya, kebahagiaan dan perut yang kenyang,
Hanya dapat diperoleh dengan usaha dan jerih payah..
Kedua matanya memang tak sempurna
Tapi kedua kakinya, tetap tegak menapak tanah
Melangkah pasti
Demi mencari sesuap nasi, untuk anak-istri
Ia lah uswah
Di tengah sosialita yang serba mewah
Dengan kehidupan kota yang tumpah ruah
Ia lah gigih dalam sosok yang nyata...
Sidoarjo, 10 Januari 2012


