Jumat, 01 Juni 2012

Sungai dan Lautan


Kepadamu, diam-diam kusimpan cemburu
dalam harapan yang tertumpuk sesak, memenuh
ragu
Rindu itu kini milikku
Meski sungguh aku tak mau

Terlalu banyak ruang terkunci, dan
waktu hanya membuat sekat yang tampak begitu gamblang
Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan, ya!
Karena secara sembunyi-sembunyi masih saja kutemukan
bias wajahmu dalam dekapan malam

Aku dan kamu, kita,
seperti sungai dan lautan..
kemanapun sungai mengalir, laut jua muaranya

Semudah menebak sungai dan muaranya
seperti itulah tulang rusuk yang telah tercipta dan tak akan pernah tertukar,
aku percaya..


 

Sidoarjo, 29 Mei 2012
-aesaazzam-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar