Kepadamu,
diam-diam kusimpan cemburu
dalam
harapan yang tertumpuk sesak, memenuh
ragu
Rindu
itu kini milikku
Meski
sungguh aku tak mau
Terlalu
banyak ruang terkunci, dan
waktu
hanya membuat sekat yang tampak begitu gamblang
Mungkin,
jalan kita tidak bersimpangan, ya!
Karena
secara sembunyi-sembunyi masih saja kutemukan
bias
wajahmu dalam dekapan malam
Aku
dan kamu, kita,
seperti
sungai dan lautan..
kemanapun
sungai mengalir, laut jua muaranya
Semudah
menebak sungai dan muaranya
seperti
itulah tulang rusuk yang telah tercipta dan tak akan pernah tertukar,
aku
percaya..
Sidoarjo, 29 Mei 2012
-aesaazzam-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar