Rabu, 23 Mei 2012

Rindu di atas Pahatan Batu


Mesranya sapaan angin
Menjamah aroma nafas yang gersang
Menghembuskan keteduhan ditengah kerontang

Cakrawala benyanyi
Bersama tarian indah pelangi
Melagukan rindu
Yang kupahat di atas batu

Bisikku mengalir bersama air
Jelas dan jernih
Berlabuh dalam muara keteguhan

Aku, kamu, kita
Sama paham
Bagaimana bulan bersama cintanya
Mematrikan diri dalam diam  dan kesetiaan pada Mentari

Maka, ketika ingin ku belah sepi
Agar tak lagi kusebut namamu secara sembunyi-sembunyi
Waktu merantaiku
Menundukkanku pada keanggunan tanpa kata

Dan, kepada cakrawala-lah kubiarkan hatiku bermalam
Menunggu takdir
Menjemput cinta yang masih malu-malu

Sidoarjo, 21 Mei 2012
-aesaazzam-

4 komentar:

  1. Dan, kepada cakrawala-lah kubiarkan hatiku bermalam
    Menunggu takdir
    Menjemput cinta yang masih malu-malu

    yah itu asik atuh...

    BalasHapus
  2. hehehe,
    kalau bisa benar-benar bermalam ya? hehe..

    BalasHapus