Selasa, 15 November 2011

Payung Senja

Hujan baru saja reda

Menyisakan rintik kecil dan air menggenang di tanah

Mendung telah tertiup angin, berpindah arah

Menghadirkan cerah meski tak lagi terang cahaya

Karena senja mengusir sang raja dari singgsana



Awan-awan kecil menari

Memayungi senja dalam baris-baris tanpa tepi

Melukisi langit dengan gerakan-gerakan tanpa emosi

Berbicara dalam bisikan dua dimensi

Dimana aku terjaga di antara nyata dan imaji

Payung senja,

Merekalah teman

Dalam keheningan

Bagiku yang meresapi sendiri



Payung senja,

Aku mencari pulang

Yang masih tergenggam bersama rasi bintang-bintang



-aesaazzam-

4 komentar:

  1. Assalamualaikum aesa..
    wah ternyata Aesa ini pujangga :D
    tetap menjadi blogger ditengah derasnya social network instan lainnya. Keep writing!
    oiya.. kan kul di sastra English.. two thumbs up.. :)

    BalasHapus
  2. :)

    mbak mela.. hehe
    inggih mbak, semoga konsisten nulisnya..

    BalasHapus
  3. Lho, ketemu maneh karo Mela. bosen Mel. Hehehe..

    "Payung senja,

    Aku mencari pulang

    Yang masih tergenggam bersama rasi bintang-bintang"

    like this post. especially this quote. ^_^

    BalasHapus
  4. wee.. jangan gitu mas, ntar mbak mela ndak mau mampir ke blog saya lagi lhoo.. hehe

    hmm,
    terimakasih,
    :)

    BalasHapus