Selasa, 15 November 2011

Payung Senja

Hujan baru saja reda

Menyisakan rintik kecil dan air menggenang di tanah

Mendung telah tertiup angin, berpindah arah

Menghadirkan cerah meski tak lagi terang cahaya

Karena senja mengusir sang raja dari singgsana



Awan-awan kecil menari

Memayungi senja dalam baris-baris tanpa tepi

Melukisi langit dengan gerakan-gerakan tanpa emosi

Berbicara dalam bisikan dua dimensi

Dimana aku terjaga di antara nyata dan imaji

Payung senja,

Merekalah teman

Dalam keheningan

Bagiku yang meresapi sendiri



Payung senja,

Aku mencari pulang

Yang masih tergenggam bersama rasi bintang-bintang



-aesaazzam-

Sabtu, 12 November 2011

Sembuhlah Mamaku

Mama, sembuhlah

Mama tahu? Hatiku terluka saat Mama tergolek lemah

Mama tahu? Air mataku tak mau ditahan melihat Mama kesakitan

Mama tahu? Aku ketakutan



Mama, Mama..

Kuatlah

Mungkin aku terlampau sering membuat Mama kecewa,

Tapi, tak sedikit pun niatku membuat Mama marah



Mama, Mama..

Sabarlah

Aku tahu, Mama bisa

Mama pernah mengalami yang lebih dari ini bukan? Ketika dulu aku lahir ke dunia



Mama,

Aku mungkin tak pandai berkata sayang

Tapi, Mama tahu? Aku sayang

Sangat sayang



Mama,

Mama bagiku pahlawan

Pengobar semangatku saat aku mulai lemah

Mama bagiku guru

Tak pernah berhenti membimbing dan mengingatkan saat jiwaku merapuh



Mama, Mama

Aku disini

Mungkin, ragaku tak bisa merasakan sakit seperti yang Mama rasakan

Tapi, hatiku bisa



***



Allah Ya Karim,

Sembuhkan Mamaku

Ringankan sakitnya

Karena, Engkaulah satu-satunya penyembuh



Allahuma Rabbannas, Adz hibil ba’sa isyfi antasy la syifa’a illa syifa’uka..

Syifa’an, la yughadira saqoman..

Amin..

-aesaazzam-